Sebuah infrastruktur IT sangat erat kaitannya dengan ancaman atau serangan cyber. Selain itu, seiring meningkatnya cara dan jumlah ancaman cyber security setiap harinya, kita perlu mengetahui lebih dalam apa itu ancaman cyber. Mengenali ancaman cyber dapat membantu bisnis dalam mempersiapkan langkah-langkah preventif yang dapat dilakukan oleh sebuah bisnis.
Pengertian Ancaman Cyber
Dilansir dari Microsoft, ancaman cyber security adalah serangan-serangan yang dilakukan secara digital dengan tujuan untuk mencuri, merusak, atau mengganggu informasi dan sistem digital milik individu, organisasi, atau bahkan negara. Dalam konteks serangan cyber, serangan ini biasa didistribusikan melalui individu maupun kelompok dengan tujuan politik, kriminal, maupun pribadi guna menghancurkan atau meraih akses ke informasi rahasia suatu lembaga. Setelah mengetahui tujuan dari ancaman cyber, apa saja dampak yang timbul dari ancaman cyber? Simak penjelasannya di bawah ini.
Dampak dari Serangan dan Ancaman Cyber
Terdapat beberapa dampak yang harus ditanggung bisnis akibat adanya ancaman serangan cyber. Pertama, serangan cyber bisa memiliki dampak yang luas dan masif bagi sebuah lembaga ataupun perusahaan. Maka dari itu, ketika sistem sudah terkena serangan cyber, dibutuhkan waktu dan biaya yang sangat besar untuk memperbaiki sistem serta mengembalikan data yang hilang. Kedua, serangan/ancaman cyber juga dapat mengganggu operasional bisnis, hingga berdampak pada potensi kehilangan pelanggan dan pendapatan.
Ketiga, dampak ancaman cyber pun dapat merusak reputasi dan kepercayaan pelanggan serta mitra bisnis sebuah perusahaan. Serangan cyber yang berhasil menembus ke dalam sistem perusahaan sangat rawan terhadap pencurian identitas dan penyalahgunaan informasi pribadi. Hal ini tidak hanya merugikan sebuah bisnis, namun semua pelanggan dan mitra yang berkaitan dengan bisnis tersebut.
Secara umum, terdapat beberapa jenis ancaman cyber yang bisa menyerang bisnis. Ancaman cyber security ini perlu diwaspadai untuk keberlangsungan bisnis Anda, berikut beberapa contoh ancaman cyber.
Jenis-jenis Ancaman Cyber
Malware
Contoh ancaman cyber yang pertama yaitu malware. Sebutan malware merupakan singkatan dari malicious software, adalah jenis perangkat lunak (software) yang dirancang untuk merusak atau mendapatkan akses tanpa izin ke sistem komputer. Jenis malware meliputi virus, worm, Trojan, ransomware, spyware, adware, dan masih banyak lagi jenis malware lainnya. Belakangan ini, ransomware merupakan salah satu jenis malware yang sedang ramai diberitakan dan digunakan oleh hacker. Ransomware bekerja dengan mengenkripsi data korban dan meminta tebusan untuk melakukan dekripsi (membuka kembali enkripsi data).
Phishing
Phishing adalah teknik penipuan yang bertujuan untuk mendapatkan data sensitif seperti nama pengguna, kata sandi, dan informasi kartu kredit dengan berpura-pura sebagai entitas terpercaya di platform digital. Ancaman phishing sering ditemukan dan digunakan melalui email, Whatsapp, atau pun website palsu yang menyerupai website aslinya.
Man-in-the-Middle (MitM) Attack
Serangan MitM terjadi ketika penyerang menyusup ke dalam komunikasi antara dua pihak untuk memata-matai, mencuri, atau memanipulasi data yang ditransfer. Salah satu contoh dari serangan MiTM adalah tindakan eavesdropping (menguping), hal ini dilakukan penyerang dengan memanipulasi jaringan yang membuat korban seolah-olah sedang berada di koneksi yang aman dan private. Serangan MiTM sering terjadi pada jaringan Wi-Fi publik yang tidak aman.
Denial-of-Service (DoS) dan Distributed Denial-of-Service (DDoS)
Serangan DoS merupakan serangan yang ditujukan untuk membanjiri jaringan atau server dengan request (permintaan) dengan jumlah yang banyak, cepat, dan melebihi kapasitas jaringan dan server.
Di sisi lain, DDoS merupakan serangan yang juga bertujuan untuk membanjiri jaringan atau server dengan request melebihi kapasitas, namun serangan ini terdistribusi dari banyak tempat dan menyerang banyak jaringan atau server di waktu yang bersamaan. Sehingga, pengguna sah tidak bisa mengakses jaringan atau server.
SQL Injection
Serangan SQL Injection merupakan salah satu teknik hacking yang paling umum dihadapi oleh aplikasi web saat ini. Secara garis besar, serangan ini terjadi ketika seorang penyerang berhasil memasukkan perintah SQL yang berbahaya dan tidak sah melalui input formulir web. Biasanya, input ini dirancang untuk menerima data dari pengguna, seperti nama pengguna dan kata sandi. Namun, jika aplikasi web tidak mengimplementasikan pengamanan yang cukup, penyerang dapat memanfaatkannya untuk memasukkan kode SQL yang dirancang khusus. Kode ini kemudian diinterpretasikan oleh server database sebagai perintah yang sah, sehingga memungkinkan penyerang untuk mengeksekusi operasional database secara tidak sah.
Tujuan utama dari serangan SQL Injection biasanya adalah untuk mendapatkan akses tidak sah ke database backend aplikasi web. Database ini seringkali berisi informasi sensitif, termasuk data pribadi pengguna, informasi keuangan, rahasia bisnis, dan data lainnya yang seharusnya tidak diakses oleh pihak yang tidak berwenang.
Zero-Day Exploit
Eksploitasi zero-day merupakan eksploitasi serangan yang dilakukan penyerang dengan mengidentifikasi dan memanfaatkan sebuah kerentanan dalam software yang belum diketahui atau belum diakui oleh pembuat software tersebut. Kerentanan zero-day ini menjadi titik lemah kritis karena memungkinkan penyerang untuk melakukan serangan atau menyusup ke dalam sistem tanpa terdeteksi, seringkali sebelum pembuat perangkat lunak sempat menyadari adanya masalah tersebut.
Proses zero-day exploit biasanya dimulai dengan penemuan kerentanan oleh penyerang, yang dapat terjadi melalui berbagai cara, termasuk analisis kode software, pengujian penetrasi, atau pengamatan perilaku perangkat lunak. Setelah kerentanan ditemukan, penyerang kemudian mengembangkan kode atau metode eksploitasi untuk memanfaatkan kerentanan tersebut, seringkali tanpa meninggalkan jejak sehingga dapat menghindari deteksi serangan tersebut pada sistem.
Setelah mengetahui berbagai jenis ancaman cyber yang mengintai, penting untuk memiliki keamanan IT (IT security) yang dapat melindungi sistem dan infrastruktur IT Anda. Strategi keamanan proaktif dan menyeluruh juga dibutuhkan untuk meminimalisir risiko dan dampak dari serangan cyber. MyBATICloud menyediakan solusi yang tepat untuk bisnis Anda! Solusi IT Security kami menyediakan perlindungan untuk email hingga Linux web server dari ancaman cyber.
MyBATICloud: Solusi Holistik untuk Kebutuhan Cloud Bisnis Anda
Kini Anda bisa memercayakan layanan cloud dengan ahlinya. Sejak 2010, MyBATICloud menghadirkan solusi holistik untuk kebutuhan Data Center, Multi-Cloud, IT Security, Disaster Recovery, Software on Cloud, hingga Managed Service. Kami memiliki tenaga ahli bersertifikasi dan berpengalaman untuk memastikan produk dan layanan terbaik yang mendorong perkembangan bisnis Anda.
MyBATICloud memastikan produk & layanan cloud yang andal, aman, dan berkualitas. Oleh karena itu, kami terus berupaya untuk memahami dan memenuhi kebutuhan pelanggan. Konsultasikan layanan dan solusi cloud yang Anda inginkan melalui [email protected] atau hubungi hotline toll-free di 0800 150 3471.