Serangan Zero Day: Jenis, Tahapan, dan Cara Pencegahan yang Harus Anda Ketahui!

Menjaga keamanan siber dari sebuah bisnis bukan lagi sekadar opsi, melainkan kebutuhan yang sangat penting. Terdapat banyak ancaman cyber yang mengintai sebuah bisnis, salah satu ancaman ini adalah zero day attack. Jenis serangan ini tidak hanya memanfaatkan kerentanan yang belum diketahui oleh sebuah aplikasi. Serangan ini menjadi lebih berbahaya karena celah tersebut baru terungkap saat kerusakan telah terjadi, sehingga keamanan perusahaan menjadi sangat rentan. Maka dari itu, memahami serangan zero day attack sangat penting untuk membangun keamanan sistem dan aplikasi yang lebih baik. Artikel ini akan membahas definisi, jenis, tahapan serangan, hingga langkah preventif untuk mencegah serangan zero day.

Apa itu Serangan Zero Day Attack?

Zero day attack atau zero day exploit adalah serangan yang mengeksploitasi kerentanan perangkat lunak (software) atau sistem yang belum diketahui oleh pihak software beserta pengembangnya. Kerentanan yang tidak terdeteksi ini membuat serangan dapat berlangsung tanpa hambatan hingga ditemukan dan diperbaiki oleh pemilik aplikasi/software. Serangan ini bisa terjadi pada berbagai jenis software, mulai dari sistem operasi, aplikasi browser, hingga hardware. Setelah memahami definisi dari zero-day attack, penting untuk mengeksplorasi jenis-jenis serangan zero day attack. Bagian selanjutnya akan menjelaskan beberapa jenis serangan zero day.

Jenis-Jenis Zero Day Attack

Setiap tipe serangan memiliki karakteristik unik yang memengaruhi bagaimana serangan tersebut dijalankan dan bagaimana langkah pencegahannya. Mulai dari kelemahan perangkat lunak hingga jaringan, zero day exploit dapat menginfeksi berbagai titik dalam sistem, menciptakan tantangan baru bagi tim pengembang software. Berikut beberapa jenis zero day attack:

    1. Software Exploits
    Serangan ini menargetkan kelemahan pada aplikasi perangkat lunak software) seperti sistem operasi atau aplikasi umum lainnya. Penyerang bisa memanfaatkan celah ini untuk menjalankan kode berbahaya, mencuri data, atau bahkan mengambil alih sistem yang diserang.

      2. Web Browser Exploits
      Web browser merupakan aplikasi yang digunakan untuk mengakses informasi penting, alasan ini juga menjadi target yang populer untuk serangan zero day. Celah di web browser bisa digunakan untuk mencuri kredensial login, memasang malware, atau mendapatkan akses tidak sah ke sistem pengguna.

        3. Network Exploits
        Penyerang juga bisa menargetkan perangkat jaringan seperti router, switch, atau firewall. Tujuannya adalah untuk membobol keamanan jaringan, mengakses data penting, atau merusak lalu lintas data yang berjalan.

          4. Supply Chain Attacks
          Dalam serangan supply chain, penyerang menyelundupkan proses distribusi software dengan menyisipkan kode berbahaya pada update software atau developer tools.

          7 Tahapan Serangan Zero Day

          Setelah mengetahui jenis-jenis serangan, bagaimana tahapan-tahapan terjadinya serangan zero day hingga celah keamanan tersebut ditangani? Dilansir dari Cybersecurity Centre of Excellence (CCoE), serangan ini melibatkan beberapa fase yang memungkinkan penyerang untuk merusak sistem, berikut ini beberapa tahapan zero day exploit:

            1. Penemuan Celah Keamanan (Discovery)
            Pada tahap ini, penyerang menemukan celah kerentanan (exploit) dalam software yang belum diketahui oleh tim pengembang (developer). Temuan celah kerentanan keamanan ini bisa didapatkan melalui hasil analisis dari hacker atau penemuan exploit di dark web.

              2. Pengembangan Celah Keamanan (Exploit Development)
              Penyerang mulai mengembangkan perangkat atau exploit yang sesuai untuk memanfaatkan celah tersebut. Proses ini bisa memakan waktu agar serangan tidak terdeteksi.

                3. Peluncuran Serangan Exploit (Attack Launch)
                Saat pengembangan exploit selesai, penyerang meluncurkan serangan secara diam-diam. Dikarenakan kerentanannya belum diketahui, serangan sering kali tidak segera terdeteksi, memungkinkan penyerang untuk mendapatkan akses atau merusak sistem.

                  4. Mendeteksi Serangan (Detection)
                  Deteksi sering terjadi terlambat, ketika kerusakan sudah terjadi. Sistem keamanan tradisional mungkin kesulitan mendeteksi serangan zero day karena tidak ada tanda-tanda khas yang mudah diidentifikasi.

                  5. Tim Developer Merespon Serangan (Vendor Response)
                  Setelah serangan terdeteksi, tim keamanan dan developer software mulai menyelidiki dan mengembangkan pembaruan untuk menutup celah keamanan tersebut. Waktu tanggap (response time) ini sangat penting untuk meminimalisir dampak serangan.

                  6. Merilis Patch (Patch Deployment)
                  Vendor akan merilis patch atau pembaruan software untuk celah keamanan yang digunakan oleh penyerang. Pengguna harus segera memasang patch ini untuk mencegah serangan lebih lanjut.

                  7. Post-Mortem Analysis
                  Setelah serangan berakhir, tim keamanan akan melakukan analisis investigasi mendalam untuk memahami bagaimana serangan bisa terjadi dan mencegahnya di masa depan. Tahapan ini juga bisa membantu memperkuat keamanan sistem aplikasi dalam jangka panjang.

                  Bagaimana Cara Mencegah Zero Day Attack?

                  Mencegah serangan zero day membutuhkan pendekatan proaktif dan solusi keamanan yang tepat. Sifat serangannya yang sulit dideteksi membuat bisnis harus mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat untuk mencegah serangan ini. Berikut beberapa cara untuk mencegahnya:

                  Patch Management

                  Menjaga agar semua software tetap ter-update adalah langkah pertama yang sangat penting untuk mencegah serangan ini. Pembaruan aplikasi/software biasanya mencakup patch keamanan yang dapat menutup exploit terbaru. Maka dari itu, menginstal patch keamanan dengan tanggap akan meminimalisir risiko terkena serangan zero day.

                  Salah satu solusi Patch Management ini adalah NinjaOne. Solusi yang ditawarkan NinjaOne berjalan di cloud dan menggunakan sistem agent-deployed. Sehingga Anda dapat melakukan patching di berbagai endpoint dengan jaringan internet, tanpa menggunakan VPN. Selain itu, NinjaOne dapat di-deploy untuk berbagai jenis Operating System (OS), mulai dari Windows, Linux, hingga macOS.

                  Selain itu, Acronis Patch Management pun memberikan solusi patching yang mudah dan efisien untuk penggunanya. Selain kemampuan untuk menjadwalkan dan menjalankan patching secara manual, solusi yang dimiliki Acronis memiliki fitur fail-safe patching. Fitur ini akan melakukan backup secara otomatis dan mampu melakukan recovery untuk menjaga keamanan sistem dan menghindari gangguan ketika patching gagal atau terkendala.

                  Solusi Antivirus dan Scanning

                  Menggunakan solusi antivirus yang andal dapat membantu mendeteksi aktivitas mencurigakan hingga malware yang menyelundup pada sistem Anda. Selain itu, melakukan pemindaian kerentanan (vulnerability scanning) secara berkala bisa membantu mendeteksi malware dan ancaman lain yang mungkin telah diinstal untuk menyerang sistem Anda.

                  Imunify360 mengombinasikan solusi antivirus dengan solusi file system scanning untuk OS Linux. Solusi ini dapat melakukan file system scanning injeksi malware dan Imunify360 akan menghapus malware tersebut secara otomatis. Tidak hanya itu, solusi Imunify360 juga memiliki port-scanning protection yang dapat melindungi port server Anda setiap saat. Solusi lain yang bisa digunakan adalah Acronis. Acronis Cyber Protect merupakan solusi perlindungan menyeluruh dengan dukungan antivirus dan system scanning untuk OS Windows. 

                  Solusi Deteksi Ancaman (Threat Detection)

                  Solusi keamanan bawaan dari sebuah aplikasi/software saja mungkin tidak dapat melindungi sistem Anda sepenuhnya dari ancaman zero day attack. Menggunakan solusi keamanan yang proaktif, seperti fitur threat detection sangat penting untuk memantau dan menganalisis aktivitas mencurigakan pada sistem serta jaringan Anda. Endian dibekali fitur Intrusion Detection & Prevention yang dapat mendeteksi dan memblokir otomatis ancaman yang ada dalam jaringan virtual appliances, seperti VMware, Xen/XenServer, KVM dan Hyper-V. 

                  Selain itu, maraknya penggunaan Artificial Intelligence (AI) dan machine learning mendorong berbagai solusi keamanan cyber mengadaptasikan kedua teknologi ini untuk mendeteksi ancaman. Kemampuan analisis data berjumlah besar yang dikumpulkan dari serangan sebelumnya dapat mendeteksi aktivitas mencurigakan sebelum serangan zero day dapat membahayakan sistem. 

                  BitNinja merupakan salah satu solusi yang mampu melindungi web server Anda dari ancaman zero day. Teknologi AI BitNinja pada fitur Honeypots akan memberikan jebakan kerentanan palsu untuk hacker. Ketika serangan selesai, Anda akan mendapatkan laporan pola serangan dan dapat melakukan block secara otomatis ketika celah tersebut dimanfaatkan kembali di masa depan. Pelajari lebih lengkap solusi BitNinja di sini.

                  Dapatkan Berbagai Solusi Perlindungan Serangan Zero Day di myBATIcloud!

                  Zero day attack merupakan ancaman serius yang terus-menerus dieksploitasi oleh hacker. Sifatnya yang sulit terdeteksi membuat bisnis harus tetap waspada dalam menjaga keamanan infrastruktur digital dengan solusi keamanan menyeluruh. myBATIcloud menawarkan berbagai solusi kemanan siber yang dibutuhkan untuk melindungi sistem Anda dari ancaman zero day attack setiap saat. Tertarik untuk mengetahui berbagai solusi kami? Kunjungi halaman IT Security kami di sini.

                  Artikel Populer Terbaru Lainnya dari myBATIcloud