Serupa Tapi Tak Sama, Apa Perbedaan Disaster Recovery dengan High Availability?

Menjaga data dan sistem bisnis tersedia setiap waktu sangat penting bagi bisnis.  Downtime yang terjadi pada sistem bisnis dapat memberikan kerugian besar, oleh karenanya bisnis harus memiliki strategi yang tepat untuk memastikan terjaganya uptime layanan. Terdapat beberapa strategi untuk mencapai uptime yang tinggi, dua di antaranya adalah High Availability dan Disaster Recovery. Kedua konsep ini sering disebut sebagai konsep yang sama, namun sebenarnya ada beberapa perbedaan antara Disaster Recovery dengan High Availability. Artikel ini akan membahas perbedaan antara Disaster Recovery dengan High Availability, serta bagaimana keterkaitan antara kedua konsep tersebut. 

Perbedaan Disaster Recovery (DR) dan High Availability (HA)

Sebelum membahas bagaimana kedua pendekatan ini saling terkait, memahami perbedaan utama antara High Availability (HA) dan Disaster Recovery (DR) sangatlah penting. Meskipun sama-sama dirancang untuk menjaga kontinuitas bisnis, HA dan DR memiliki fokus dan metode yang berbeda. Berikut beberapa perbedaannya:

High Availability (HA)

HA adalah strategi yang bertujuan untuk mencegah terjadinya downtime, dengan kata lain, HA difokuskan sebagai tahap preventif. HA meminimalisir potensi gangguan yang berpotensi mengganggu bisnis dengan memastikan sistem tetap aktif setiap saat. Dilansir dari TechTarget, Berikut ini adalah beberapa elemen utama dalam solusi HA, yaitu:

    1. Menghindari Titik Kegagalan Tunggal (Single Point of Failure)
      Sistem HA dirancang agar sistem kita tidak bergantung pada satu komponen saja atau bisa disebut sebagai redundancy. Misalnya, jika sebuah server mengalami kegagalan, server cadangan dapat segera mengambil alih tanpa mengganggu sistem dan layanan yang menyangkut pada tim internal dan pelanggan. Hal ini bertujuan untuk menjaga layanan tetap berjalan lancar.

       

    2. Memastikan Failover yang Andal (Reliable Failover)
      Failover adalah kemampuan untuk mengubah/mengganti sistem/komponen backup secara otomatis dan tanpa gangguan. Oleh karenanya, failover perlu memiliki mekanisme active monitoring dan pengaturan infrastruktur seperti, load balancer, server kluster, dan replikasi data real-time. Fungsi-fungsi ini demi memastikan agar komponen cadangan mampu menggantikan komponen yang gagal tanpa terjadi gangguan. Selain itu, redundancy ini memungkinkan failover yang lancar, sehingga pengguna tidak menyadari adanya gangguan.

       

    3. Mendeteksi Kegagalan (Failure Detection)
      Sistem HA memerlukan deteksi otomatis untuk memantau kesehatan komponen secara terus-menerus. Jika terjadi potensi masalah, sistem ini akan segera mengalihkan fungsi ke komponen yang sehat, sehingga masalah besar dapat dicegah.

Disaster Recovery (DR)

Disaster Recovery berfokus pada pemulihan setelah bencana atau kegagalan besar terjadi. Dengan kata lain, DR merupakan strategi yang dijalankan ketika HA gagal berjalan. Proses ini mencakup pemulihan (recovery) sistem, data, dan infrastruktur IT lainnya agar bisa kembali beroperasi pasca kegagalan. Berikut adalah beberapa elemen penting dalam Disaster Recovery: Beberapa elemen penting dalam DR mencakup:

  1. Proses Pemulihan (Recovery) dari Data Backup
    Proses Disaster Recovery bergantung pada data backup yang telah tersimpan. Data backup ini lah yang akan digunakan untuk memulihkan sistem, data, dan berbagai infrastruktur IT bisnis kembali seperti semula. Maka dari itu, penting untuk menentukan strategi backup yang tepat sesuai dengan kebutuhan bisnis. Data backup yang baik juga memungkinkan pemulihan (recovery) yang cepat dan lancar pasca bencana.

     

  2. Termasuk dalam Business Continuity Plan
    Disaster Recovery juga biasanya termasuk dalam perencanaan Business Continuity Plan. Hal ini karena DIsaster Recovery tidak hanya mengenai pemulihan data dan sistem, namun juga bagaimana bisnis dapat merespon dan membuat perencanaan yang matang ketika adanya insiden. Integrasi pendekatan DR dengan pendekatan keamanan lainnya akan memperkuat strategi keamanan bisnis secara menyeluruh dan mengurangi risiko yang dapat berpengaruh pada reputasi bisnis.

     

  3. Dukungan Teknologi Cloud dan Virtualisasi
    Kemajuan dalam teknologi cloud dan virtualisasi juga menyederhanakan implementasi solusi DR. Sistem yang kompleks kini dapat dikemas, disimpan secara remote, dan dipulihkan dengan mudah. Teknologi ini memungkinkan organisasi memanfaatkan kecepatan dan fleksibilitas cloud untuk meminimalisir dampak dari downtime yang tidak terduga.

    Selain itu, biasanya Disaster Recovery juga dikemas sebagai solusi Disaster Recovery as a Service (DRaaS). Solusi ini memberikan bisnis fasilitas cloud untuk mengaktifkan sistem cadangannya secara otomatis. Hal ini tentu membuat proses backup dan replikasi berjalan dengan lebih efisien dan biaya yang lebih terjangkau dibanding harus membangun dan menjaga infrastruktur on-premise.

  4. RTO dan RPO (Recovery Time Objective dan Recovery Point Objective)
    Perencanaan Disaster Recovery erat kaitannya dengan konsep RTO dan RPO. RTO mengacu pada waktu maksimal yang bisa diterima sebelum sistem harus dipulihkan, sementara RPO merujuk pada batas kehilangan data yang dapat diterima. Kedua parameter ini sangat penting dalam strategi DR, karena menentukan seberapa cepat sistem harus dipulihkan dan seberapa banyak data yang dapat ditoleransi untuk hilang. Baik itu RTO dan RPO sangat dipengaruhi oleh kebutuhan, persyaratan serta anggaran yang tersedia dari sebuah bisnis. Hal ini karena untuk menjaga RTO dan RPO yang rendah umumnya membutuhkan infrastruktur yang lebih mahal dan kompleks

    Baca juga: Memahami RPO dan RTO: Konsep Penting untuk Implementasi Disaster Recovery yang Efektif

    HA dan DR: Dua Konsep yang Saling Melengkapi

    Setelah memahami perbedaan antara HA dan DR, penting untuk menyadari bahwa keduanya sebenarnya saling melengkapi dan memperkuat strategi keseluruhan dalam menjaga kontinuitas bisnis. Berikut adalah beberapa kesamaan pada solusi High Availability dan Disaster Recovery dalam menjaga uptime sistem bisnis:

    1. Menjaga Keberlanjutan Bisnis
      Kedua strategi ini dijalankan dengan tujuan yang sama, yaitu memastikan keberlanjutan operasional bisnis dengan gangguan yang sangat minim ketika ada komponen yang gagal.

       

    2. Pendekatan Redundancy
      Kedua konsep menggunakan konsep redundancy yang bertujuan untuk menghindari titik kegagalan (point of failure) sistem yang diakibatkan oleh satu komponen yang gagal. Pada High Availability, redundancy difokuskan untuk memiliki komponen cadangan yang dapat segera aktif ketika komponen lain sedang tidak tersedia. Di lain sisi, konsep redundancy pada Disaster Recovery berarti adanya pusat data cadangan (disaster recovery site) yang memiliki lokasi yang berbeda dengan pusat data utama sebuah bisnis.

       

    3. Dibutuhkan untuk Mitigasi Risiko pada Bisnis
      High Availability dan Disaster Recovery dapat digunakan untuk mengurangi risiko yang terkait dengan ketidaktersediaan (downtime) data dan layanan. HA mencegah terjadinya downtime melalui pencegahan, sementara DR memastikan bisnis dapat pulih dari gangguan besar dengan cepat.

        Beberapa faktor di atas memberikan jawaban bagaimana kombinasi penggunaan strategi High Availability dan Disaster Recovery menjadi kunci untuk memastikan operasional bisnis tetap berjalan lancar, serta mampu untuk pulih dari bencana dengan cepat. Kedua konsep ini memberikan pendekatan proaktif dan reaktif yang bersama-sama melindungi aset digital perusahaan.

        Dapatkan Solusi High Availability dan Disaster Recovery Terbaik di myBATIcloud!

        High Availability dan Disaster Recovery adalah dua strategi yang berbeda dengan kepentingan yang sama. Memahami perbedaan dan bagaimana keduanya saling melengkapi, perusahaan dapat membangun sistem yang tangguh. myBATIcloud menawarkan solusi yang komprehensif untuk kebutuhan High Availability dan Disaster Recovery sebuah perusahaan. Mulai dari redundansi sistem hingga rencana pemulihan yang cepat, solusi myBATIcloud dirancang untuk memenuhi kebutuhan bisnis modern. Tim profesional kami akan terus memastikan keamanan dan keberlanjutan operasional bisnis Anda dengan teknologi terbaik.

        Ingin mengetahui solusi High Availability dan Disaster Recovery yang tepat untuk bisnis Anda? Kunjungi halaman Disaster Recovery Solutions kami atau klik tombol yang ada di bawah halaman ini!

        Artikel Populer Terbaru Lainnya dari myBATIcloud