Aplikasi Enterprise Resource Planning (ERP) sudah menjadi salah satu aplikasi penting yang digunakan perusahaan untuk mengelola sistem keuangan hingga sistem penjualan sebuah perusahaan. Sebagai salah satu software ERP yang umum digunakan, SAP Business One memiliki peran yang sangat krusial dan perlu berjalan 24/7. Ada banyak cara untuk mengimplementasikan SAP Business One, salah satunya dengan menggunakan cloud server. Mengapa solusi ini digunakan? Bagaimana implementasi SAP Business One menggunakan server cloud? Simak penjelasannya melalui artikel ini.
Agar tetap optimal, SAP Business One membutuhkan lingkungan komputasi yang mampu menyediakan performa yang konsisten, kapasitas penyimpanan yang cepat, serta ketersediaan (availability) yang tinggi. Server cloud menawarkan ketiga hal tersebut melalui sumber daya virtual yang dapat diatur sesuai kebutuhan. Penyediaan CPU, RAM, dan storage berbasis SSD dalam konfigurasi yang fleksibel menjadikan cloud server sebagai alternatif yang umum digunakan perusahaan untuk menghindari risiko skalabilitas serta downtime yang ada dari server on-premise. Lalu, apa itu cloud server?
Memahami Server Cloud
Cloud server adalah server virtual yang berjalan di atas infrastruktur fisik sebuah data center. Setiap server memiliki alokasi CPU, RAM, penyimpanan, dan sistem operasi tersendiri, sehingga penggunaannya bersifat terisolasi dari pengguna lain. Cara ini memastikan perusahaan mendapatkan pengalaman dan performa aplikasi yang lebih stabil, tetapi dengan biaya yang jauh lebih efisien.
Cloud server biasanya digunakan untuk aplikasi bisnis yang membutuhkan performa stabil namun tidak memerlukan server fisik secara penuh. Infrastruktur cloud server dapat ditingkatkan kapasitasnya (upgrade) kapan saja tanpa menunggu pengadaan hardware baru, sehingga cocok digunakan sewaktu-waktu jika beban transaksi dan aplikasi meningkat di masa depan. Di banyak sektor seperti industri distribusi, manufaktur, dan retail, cloud server sudah umum digunakan untuk aplikasi operasional, terkhusus untuk implementasi software ERP seperti SAP Business One karena lingkungan dan performa server yang stabil dan terkontrol.
Apakah Server Cloud Cocok untuk SAP Business One?
SAP Business One adalah aplikasi ERP yang digunakan perusahaan dengan skala kecil hingga menengah yang memerlukan stabilitas tinggi. Lingkungan cloud server sangat cocok untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Operating System (OS) seperti Windows Server untuk RDP, database SQL Server, serta OS SLES dapat berjalan dengan baik di dalam cloud. Jika dikombinasikan dengan komponen SAP seperti license server, service layer, dan application server, sistem ERP ini bisa berjalan serupa dengan server fisik, hanya saja kini berjalan di atas infrastruktur virtual.
Selain itu, perusahaan dapat menyesuaikan konfigurasi cloud server sesuai jumlah pengguna SAP dan karakteristik transaksinya. Jika penggunaan ERP bertambah, perusahaan cukup melakukan upgrade CPU atau RAM dengan downtime yang minim. Pendekatan ini memberikan opsi yang jauh lebih fleksibel dibandingkan infrastruktur tradisional/on-premise/bare metal yang membutuhkan waktu downtime yang lebih besar untuk mengganti hardware. Cloud server mampu memberikan lingkungan server yang efisien, stabil, serta dengan skalabilitas tinggi, sehingga aplikasi SAP bisa berjalan dengan optimal.
Bagaimana SAP Dijalankan di Atas Cloud Server?
Arsitektur SAP Business One di atas server cloud pada dasarnya terdiri dari beberapa komponen utama yang berjalan berurutan. Pertama, sebuah VM dipersiapkan dengan sistem operasi Windows Server. Setelah itu, database SQL Server atau HANA diinstal sebagai sumber penyimpanan data ERP. Selanjutnya, komponen SAP seperti server license dan service layer dipasang di lingkungan yang sama atau dipisahkan ke VM lain sesuai arsitektur yang digunakan. Akses pengguna kemudian dilakukan melalui SAP GUI atau web client yang terhubung ke cloud melalui VPN atau private network.
Dari sisi jaringan, pengaturan firewall dan segmentasi akses digunakan agar SAP hanya dapat diakses oleh pihak internal. Selain itu, Virtual Private Network (VPN) juga umum digunakan untuk membuat jalur akses yang aman dan privat.
Ketika bisnis menggunakan cloud server, infrastruktur ini biasanya juga menyediakan redundansi listrik, pendinginan terkontrol, serta sistem keamanan fisik yang ketat untuk memastikan SAP tetap berjalan walaupun terjadi gangguan di sisi pengguna. Dikarenakan seluruh proses berjalan di atas Virtual Machine (VM), penyedia infrastruktur dapat melakukan pencadangan (backup) untuk menghindari risiko data loss ketika terjadi insiden.
Studi Kasus: Implementasi Cloud Server SAP untuk Sektor Distribusi
Sebuah perusahaan distributor dengan lebih dari 25 pengguna SAP menghadapi kendala crash ketika mengakses laporan penjualan yang diakses secara bersamaan. Saat banyak pengguna mengakses laporan secara bersamaan, server akan bekerja keras untuk memproses query database sehingga dapat memicu penggunaan CPU yang tinggi dan mengakibatkan server crash.
Ditambah, jika listrik padam atau UPS melemah, server rentan mati mendadak dan berpotensi merusak database SAP. Gangguan jaringan internal hingga akses remote yang tidak stabil juga membuat akses tidak konsisten.
Ketika perusahaan distribusi melakukan migrasi ke cloud, performa SAP meningkat secara drastis karena database berjalan pada penyimpanan SSD dengan kecepatan IOPS yang stabil. Kondisi data center yang memiliki sistem pendingin terkontrol dan pasokan listrik berlapis juga membuat downtime nyaris tidak terjadi lagi. Sehingga, tim operasional dapat menyelesaikan proses penutupan bulanan tanpa banyak kendala akses.
Selain penggunaan cloud server, TSplus pun bisa digunakan untuk membuat akses dan pengalaman pengguna yang lebih optimal. Melalui fitur akses multi user yang stabil dari berbagai lokasi, TSplus memungkinkan setiap pengguna SAP menjalankan aplikasi dalam session terpisah melalui terminal server. Selama lisensi SAP mencukupi, server cloud memadai, dan SAP diinstal dalam mode terminal server, pengguna dapat bekerja secara bersamaan tanpa mengalami bentrok. Selain itu, TSplus mendukung remote printing yang cocok digunakan bagi pengguna yang ingin melakukan print/mencetak laporan langsung meskipun aplikasi berjalan di cloud.
Menggunakan cloud server, software SAP Business One bisa berjalan dengan optimal. Melalui infrastruktur virtual (cloud), tim operasional dapat mengelola dan mengakses sistem ERP dengan lebih fleksibel serta dengan risiko downtime yang minim. Anda membutuhkan solusi cloud server untuk SAP maupun berbagai kebutuhan lainnya? myBATIcloud jawabannya! Infrastruktur kami menggunakan data center bersertifikasi Tier 3 dan Tier 4 yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Sehingga, Anda bisa memastikan performa solusi ERP yang stabil dan dapat diandalkan 24/7. Tertarik untuk berkonsultasi? Kunjungi halaman Hubungi Kami atau WhatsApp kami di sini.